Pertanyaan ini cukup relevan, terutama bagi pasangan muda dan keluarga yang mulai mencari hunian sendiri. Di satu sisi, rumah dekat tempat kerja bisa membantu menghemat waktu perjalanan. Di sisi lain, rumah yang lebih luas memberikan keleluasaan untuk beraktivitas, bekerja dari rumah, atau menyiapkan ruang tambahan untuk kebutuhan keluarga. 

Keduanya punya kelebihan masing-masing. Supaya tidak sekadar mengikuti tren atau terpaku pada satu pertimbangan, yuk, cari tahu apa saja yang perlu diperhatikan sebelum menentukan pilihan. 

1. Pertimbangkan Waktu yang Dihabiskan untuk Perjalanan 

Salah satu keuntungan memiliki rumah dekat kantor adalah waktu perjalanan yang berpotensi lebih singkat. Anda mungkin bisa berangkat lebih santai, mengurangi waktu di jalan, dan punya lebih banyak kesempatan untuk beristirahat atau melakukan aktivitas lain setelah bekerja. 

Sebaliknya, rumah yang lebih jauh dari kantor bisa membuat waktu perjalanan bertambah, terutama jika harus melewati jalur padat pada jam berangkat dan pulang kerja. 

Namun, jarak saja tidak cukup untuk menentukan lama perjalanan. Kondisi lalu lintas, pilihan transportasi, akses jalan, dan jam kerja juga perlu diperhitungkan. 

Sebelum memilih rumah, coba simulasikan perjalanan dari lokasi hunian ke kantor pada hari dan jam yang biasa Anda jalani. Jika memungkinkan, lakukan perjalanan langsung agar Anda mendapatkan gambaran yang lebih realistis. 

Tips: Jangan hanya mengandalkan jarak di peta. Perhatikan juga perkiraan waktu tempuh pada jam sibuk dan alternatif rute yang tersedia. 

2. Hitung Biaya Transportasi, Bukan Hanya Jarak 

Rumah yang dekat kantor memang berpotensi mengurangi biaya transportasi. Namun, besarnya pengeluaran tetap bergantung pada kendaraan yang digunakan, biaya parkir, tarif transportasi umum, dan frekuensi perjalanan. 

Sementara itu, tinggal lebih jauh dari kantor bukan berarti pengeluaran transportasi pasti lebih besar dalam semua situasi. Anda tetap perlu menghitung biaya berdasarkan rute dan moda transportasi yang benar-benar akan digunakan. 

Supaya lebih mudah membandingkan, coba hitung perkiraan pengeluaran transportasi selama satu bulan. 

Misalnya, buat perbandingan berdasarkan: 

  • Biaya bahan bakar atau transportasi umum. 

  • Biaya tol dan parkir jika menggunakan kendaraan pribadi. 

  • Frekuensi perjalanan ke kantor dalam seminggu. 

  • Biaya perjalanan tambahan untuk keperluan keluarga. 

  • Kemungkinan perubahan pola kerja, seperti bekerja dari rumah beberapa hari dalam seminggu. 

Setelah itu, bandingkan total pengeluaran tersebut dengan harga rumah dan cicilan yang ditawarkan. 

Dengan cara ini, Anda tidak hanya melihat harga rumah di awal, tetapi juga mempertimbangkan biaya yang akan terus dikeluarkan setelah menempatinya. 

3. Pikirkan Aktivitas yang Dilakukan di Rumah 

Coba bayangkan kegiatan Anda setelah pulang kerja. Apakah rumah hanya digunakan untuk beristirahat dan tidur, atau justru menjadi tempat untuk bekerja, berolahraga ringan, memasak, menerima keluarga, dan menghabiskan waktu bersama pasangan? 

Jika aktivitas lebih banyak dilakukan di luar rumah, lokasi yang dekat dengan kantor mungkin menjadi prioritas. Namun, jika Anda sering bekerja dari rumah atau membutuhkan ruang untuk berbagai kegiatan, luas dan tata letak rumah bisa menjadi pertimbangan yang lebih penting. 

Hal ini juga berlaku bagi pasangan yang mulai merencanakan kehidupan keluarga. Ruang tambahan mungkin dibutuhkan untuk area kerja, kamar anak, tempat menyimpan barang, atau sekadar memberikan keleluasaan saat anggota keluarga bertambah. 

Meski begitu, rumah yang lebih luas belum tentu selalu lebih nyaman. Tata letak yang efisien juga berpengaruh terhadap bagaimana setiap ruang digunakan. 

Karena itu, jangan hanya menghitung jumlah kamar atau luas bangunan. Pikirkan juga apakah ruang-ruang tersebut benar-benar mendukung rutinitas Anda. 

4. Sesuaikan Pilihan dengan Rencana Beberapa Tahun ke Depan 

Kebutuhan tempat tinggal bisa berubah seiring waktu. Saat ini, Anda mungkin hanya membutuhkan satu atau dua kamar tidur. Namun, beberapa tahun ke depan, kebutuhan tersebut bisa berbeda. 

Misalnya, Anda dan pasangan mulai mempertimbangkan untuk memiliki anak, membutuhkan ruang kerja khusus, atau ingin lebih sering menghabiskan waktu di rumah. 

Di sisi lain, pola kerja juga bisa berubah. Jika saat ini harus masuk kantor setiap hari, belum tentu rutinitas tersebut akan sama dalam beberapa tahun ke depan. 

Itulah sebabnya, keputusan membeli rumah sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kebutuhan hari ini. Coba pikirkan gambaran kehidupan Anda dalam tiga sampai lima tahun mendatang. 

Beberapa pertanyaan yang bisa membantu: 

  • Apakah saya dan pasangan berencana menambah anggota keluarga? 

  • Apakah kami membutuhkan ruang kerja di rumah? 

  • Apakah lokasi kantor kemungkinan berubah? 

  • Apakah rumah ini masih bisa mengakomodasi kebutuhan kami beberapa tahun ke depan? 

  • Apakah biaya kepemilikan rumah tetap sesuai dengan kemampuan finansial kami? 

Anda tidak harus bisa memprediksi semuanya. Yang penting, pilih rumah yang cukup fleksibel untuk mengikuti perubahan kebutuhan tanpa mengabaikan kemampuan finansial saat ini. 

5. Bandingkan Harga Rumah dengan Kebutuhan yang Didapatkan 

Lokasi dan luas bangunan biasanya menjadi dua hal yang ikut memengaruhi pilihan rumah. Karena itu, jangan langsung menganggap rumah dekat kantor sebagai pilihan yang lebih baik, atau rumah yang lebih luas sebagai pilihan yang paling menguntungkan. 

Bandingkan apa yang Anda dapatkan dari setiap pilihan. 

Rumah yang lebih dekat dengan kantor mungkin menawarkan keuntungan dari sisi waktu perjalanan. Namun, luas bangunan atau jumlah ruangnya bisa jadi tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Sebaliknya, rumah yang lebih luas mungkin memberikan keleluasaan dalam beraktivitas, tetapi lokasinya perlu dipertimbangkan dari sisi akses dan rutinitas harian. 

Selain harga rumah, perhitungkan juga uang muka, cicilan, biaya transaksi, biaya transportasi, serta kebutuhan perawatan rumah. Pastikan Anda masih memiliki ruang dalam anggaran untuk tabungan dan dana darurat. 

Ingat, rumah yang cocok bukan sekadar rumah dengan harga paling rendah atau luas bangunan paling besar, melainkan rumah yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial Anda. 

6. Pertimbangkan Kawasan Hunian, Bukan Hanya Lokasi Kantor 

Saat mencari rumah, ada baiknya melihat kehidupan sehari-hari secara lebih menyeluruh. Kantor memang menjadi salah satu tujuan utama, tetapi bukan satu-satunya tempat yang akan Anda kunjungi. 

Coba perhatikan juga akses menuju fasilitas yang mendukung rutinitas, seperti tempat belanja kebutuhan harian, fasilitas kesehatan, sekolah, serta pilihan transportasi. 

Bagi Anda yang bekerja di Jakarta, misalnya, kawasan Depok dan Sawangan bisa menjadi salah satu area yang dipertimbangkan saat mencari hunian. Namun, keputusan tetap perlu disesuaikan dengan lokasi kantor, waktu perjalanan yang bisa diterima, dan fasilitas yang dibutuhkan. 

Jangan lupa memeriksa akses dari rumah ke berbagai tujuan pada waktu yang berbeda. Perjalanan menuju kantor mungkin terasa nyaman, tetapi Anda juga perlu memastikan aktivitas lain tetap mudah dilakukan. 

Selain itu, perhatikan lingkungan hunian secara langsung. Suasana kawasan, akses jalan, ruang terbuka, dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi kenyamanan Anda setelah tinggal di sana. 

Jadi, Lebih Baik Rumah Dekat Kantor atau Rumah yang Lebih Luas? 

Jawabannya bergantung pada kebutuhan dan prioritas Anda. 

Jika waktu perjalanan menjadi tantangan terbesar dalam keseharian, rumah dekat kantor bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan. Terutama jika Anda ingin mengurangi waktu di jalan agar bisa memiliki lebih banyak waktu untuk beristirahat atau bersama keluarga. 

Namun, jika Anda membutuhkan ruang yang lebih fleksibel untuk bekerja, beraktivitas, dan mengikuti perubahan kebutuhan keluarga, rumah yang lebih luas bisa menjadi pilihan yang menarik selama lokasi dan biayanya tetap masuk akal. 

Sebelum memutuskan, coba buat daftar tiga prioritas utama. Misalnya, waktu perjalanan, luas bangunan, dan cicilan bulanan. Gunakan daftar tersebut untuk membandingkan beberapa pilihan rumah secara lebih objektif. 

Tidak perlu terburu-buru mencari rumah yang memenuhi semua keinginan sekaligus. Mulailah dari kebutuhan yang paling penting, lalu cari pilihan yang paling seimbang. 

Sedang Mencari Rumah Pertama di Depok? 

Jika Anda sedang mempertimbangkan hunian di kawasan Depok dan Sawangan, H City Sawangan bisa menjadi salah satu pilihan untuk masuk ke daftar survei. 

Dengan pilihan hunian yang dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan, Anda bisa melihat langsung bagaimana tata ruang, lingkungan, dan akses kawasan mendukung aktivitas sehari-hari. 

Sebelum menentukan pilihan, luangkan waktu untuk berkunjung dan membayangkan rutinitas Anda di sana. Dengan begitu, keputusan membeli rumah tidak hanya berdasarkan foto atau denah, tetapi juga pengalaman melihat lokasi secara langsung. 

Kenali H City Sawangan dan temukan hunian yang sesuai dengan kebutuhan Anda.